Selasa, 21 September 2010

Ijin Travel Banyak Belum Lengkap

Muara Teweh,
Masih banyak perusahaan angkutan antar jemput dan angkutan sewa (rental) yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara belum memiliki ijin lengkap. hal ini terungkap saat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika bersama Polres Batara dan Organda melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pengusaha angkutan.

Menurut Kepala Dinas Dishubkominfo Kabupaten Barito Utara, Drs. Tenggara ada sebanyak 20 perusahaan angkutan antar jemput dan angkutan sewa yang beroperasi di Muara Teweh, dari sekian banyak perusahaan tersebut belum semua memiliki ijin yang lengkap. beberapa angkutan antar jemput yang sudah memenuhi persyaratan (resmi) seperti Gawi Dharma Utama, Doa Ibu Terseyum, Doa Mama, Aria Travel, Maesa Tour, Arjuna Travel, dan Ading Begaya. Sementara beberapa jasa angkutan lainnya seperti Satama Mandiri Travel, Tulus Travel, Travel Gaza kendaraan yang dioperasikan tidak sesuai dengan perijinanannya dimana mobil masih menggunakan plat hitam dengan kode daerah DA..RC atau KH...RC atau KT, sehingga disarankan untuk memutasi menjadi plat kuning.

Lebih lanjut Tenggara mengatakan untuk Putri Borneo Travel, Bintang Baru Travel, CV.Munir Wati Travel, dan CV Trans Sampoerna Perdana dihimbau agar loket penjualan tiket agar segera ditutup karena tidak memiliki ijin baik angkutan antar jemput maupun angkutan sewa.

sumber : Kalteng Pos, 17 September 2010



Rabu, 25 Agustus 2010

Belum Terlihat Kenaikan Penumpang

Palangka Raya,
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H belum tampak adanya lonjakan penumpang baik pada jasa angkutan travel dan penyewaan mobil.

Menurut pengelola jasa angkutan CV. Sumertha Sari, Gatot mengatakan bahwa kenaikan penumpang baru akan terjadi seminggu sebelum hari raya, dari sekian banyak rute yang ada diperkirakan penumpang dengan jurusan Banjarmasin akan lebih banyak. Hal senada juga diungkapkan oleh pengelolan jasa angkutan CV. Wisana Angkasa, bahwa diperkirakan antara H-10 hingga H-7 baru akan ada kenaikan penumpang.


Sementara itu pengelola rental mobil Reyhan mengakui bahwa hingga saat ini penggunaan mobil sewa masih seperti biasanya, biasanya baru akan terpakai habis oleh para pemudik antara 4 - 3 hari sebelum hari raya. untuk tarif sewa mobil dengan jenis Toyota Avanza Rp. 300.000,-/hari (di luar sopir dan BBM), sedangkan untuk jenis Toyota Innova seharga Rp. 350.000,-/hari (di luar sopir dan BBM).



sumber : Tabengan, 24 agustus 2010



Rabu, 28 Juli 2010

Palangkaraya Dinilai Paling Pas Jadi Ibukota

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terpilih dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Desmond Mahesa, menilai kota paling cocok di Pulau Kalimantan untuk menjadi Ibukota adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ada beberapa alasan Desmond mendukung Palangkaraya.

"Ini sebetulnya bukan hal yang baru karena sebelumnya Soekarno pun pernah mendesain hal ini kan," kata Desmond kepada VIVAnews, Senin 26 Juli 2010. "Kalau memang mengikuti hitung-hitungannya Bung Karno dulu, ya memang di Kalimantan Tengah lebih cocok: Palangkaraya," kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

Desmond menilai, Palangkaraya secara geografis dan pertahanan, cocok sebagai Ibukota. Kemudian, bicara pengembangan Indonesia, Palangkaraya masih terbuka luas untuk dikembangkan.

"Bicara mengenai pengembangan Indonesia ke depan tentunya usulan ini saya dukung. Kita di Jakarta sekarang sudah terjebak dengan situasi macet dan macam-macam kan," ujarnya.

Desmond lebih mendukung Kalimantan Tengah daripada Kalimantan Timur yang menjadi dapilnya karena alasan pertahanan. "Kalau menurut saya, Kalimantan Timur terlalu dekat dengan negara lain. Dari segi pemikiran Bung Karno, hal itu tidak tepat. Itu kan dalam rangka persoalan pertahanan kan," katanya.

Dari segi infrastruktur pun, kawasan tengah lebih mudah dibangun daripada yang di timur. "Ditambah lagi kalau di tengah itu kan letaknya di tengah-tengah Kalimantan sehingga jadi untuk distribusi informasi dan macam-macamnya untuk jangka panjang kan lebih cocok," ujarnya.

Kemarin Wakil Ketua Komisi II Teguh Juwarno melempar isu pemindahan Ibukota ke Pulau Kalimantan. Menurut Teguh, kemacetan dan potensi bencana alam di Jakarta sudah cukup menjadi alasan memindahkan Ibukota seperti yang digagas Bung Karno dulu.

Sumber : Viva News
By: Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam - 27 Juli 2010